Senin, 29 Agustus 2016

Sejarah Kota Lumajang



                                                SEJARAH KOTA LUMAJANG

Lumajang adalah kabupaten di Jawa Timur yang berada di kaki gunung tertinggi Pulau Jawa yakni Mahameru atau Semeru. Lumajang dijaman pra sejarah dikenal dengan sebutan Negara Lamajang yang bisa dilihat dalam Prasasti Mula Malurung Sminingrat (Wisuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian/penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidan 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.yang merupkan prasasti tertua yang isinya yaitu “Sira Nararyya Sminingrat, pinralista juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara Lamajang” yang artinya “ Dia Nararyya  Sejarah Lumajang kemungkinan mulai tercatat pada abad ke-12, ketika Lumajang telah dianggap sebagai tempat yang cukup penting semenjak tahun 1182 M. Lumajang menjadi terkenal dan maju setelah Arya Wiraraja adalah tokoh besar yang lahir dari keturunan Brahmana dari Pulau Bali yang dasuh oleh Mpu Sedah. Menurut Babad Pararaton, nama kecilnya adalah Banyak Wide, secara etimologis yaitu “Banyak” adalah biasanya adalah nama yang disandang kaum Brahmana, seangkan “Wide” yang berarti “Widya” yang berarti pengetahuan. Jadi, nama Banyak Wide sendiri berarti Brahmana yang punya banyak pengetahuan atau cerdik. Arya wiraraja menjadi Raja di Lumajang setelah anaknya Ranggalawe tewas dibunuholeh pungawa Majapahit yang dipimpin oleh adipati Nambi. Beliau memerintah wilayah Tigang juru (Lumajang, Panarukan dan Blambangan) ditambah Madura dan banyak menanamkan pengaruh di Bali. Sejak tahun 1882 Lumajang masih merupkan Distrik (setingkat Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Wedono, kemudian tahun 1886 status sistem Pemerintahannya dinaikkan statusnya menjadi daerah Afdeeling (setingkat Kabupatenn), kepala Pemerintahannya adalah seorang Patih Afdeeling, dan tahun 1929 sistem Pemerintahan di Lumajang dinaikkan lagi statusnya menjadi Kabupaten, kepala pemerintahannya adalah seorang Bupati.  Kerajaan Lumajang beribukota di daerah Biting Kutorenon Kabupaten Lumajang hingga sekarang. Bahkan peninggalan benteng kota raja Lumajang masih bisa dijumpai dan tertimbun tanah (gundukan tanah). Situs Biting adalah sebuah situs arkeologis yang terletak di desa Kutorenon, kecamatan Sukodono, Lumajang, provinsi Jawa Timur. Situs ini diperkirakan merupakan peninggalan dari kerajaan  Lamajang dan tersebar di atas kawasan seluas sekitar 135 ha. Bangnan yang paling mengesankan adalah bekas tembok benteng dengan panjang 10 kilometer, lebar 6 meter, dan tinggi 10 meter. Nama Biting sendiri merujuk pada kosa kata Madura bernama “Benteng” karena daerah ini memang dikelilingi oleh benteng yang kokoh pada tahun 1995 di kawasan Situs Biting yang tentu saja banyak merusak peninggalan sejarah (situs) yang ada. Namun anehnya pihak-pihak terkait yaitu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Timur yang merupakan lembaga penyelamat seolah diam melihat perusakan ini sehingga lebih kurang 15 hektar kawasan ini rusak oleh pembangunan ini. Pelestarian Situs Biting di Lumajang Jawa Timur merupakan contoh bagi para pecinta dan pelestari sejarah dimana LSM, Mahasiswa maupun Masyarakat telah bahu membahu melakukn sosialisasi maupun advokasi terhadap peninggalan sejarah.

Sumber : wipkipedia.com
            kompasiana.com

PAMELA AGESTI