Senin, 29 Agustus 2016

SEJARAH LUMAJANG



Sejarah LUMAJANG

Lumajang adalah kabupten di Jawa Timur yang berada di kaki gunung tertinggi pulau Jawa yakni Mahameru atau Semeru. Lumajang dikenal dengan sebutan Nagara Lumajang. Dengan berdasar prsasti Mulan Malurung yang dibuat oleh Raja Singosari (Tumapel) Sminingrat atau Wisnu Wardhana, ditemukan di Kediri pada thun 1975. Dalam prasasti itu bertuliskan 1177(1255 Masehi). Di prsasti itu disebutkan bahwa sminingrat mengutus anaknya Narariya Kirana sebagai juru pelindung Nagara Lumajang. Pada masa kerajaan Singosari Lamajang memiliki fungsi sebagai penghasil pertanian dan sebagai pusat pertahanan dlam menghadapi wilayah timur kerajaan. Kerajan ini beribukota di daerh Biting Kutorenon kabupaten Lumajang hingga sekarang. Kerajaan Lamajang didirikan oleh seorng pengatur siasat yang mumpuni dan menjadi arsitek utama kerajaan Majapahit yaitu Arya Wiraraja.
Pada 1295 M Lamajang menjadi kerajaan berdaulat (tanah pardikan) dengan prabu Arya Wiraraja sebagai rajanya. Arya Wirraja menjadi raja Majakabupaten-lumajang
: ibukota Lamajang. Beliau memerintah wilayah tiga juru(Lumajang, Panarukan dan Blambangan atau wilayah tapal kuda sekarang). Beliau adalah tokoh besar yang lahir dari keturunan Brahmana dari puau Bali yang datang ke Jawa untuk menjenguk kakeknya. Karena sang kakek meninggal, Arya Wiraraja memiliki nama Ida Banyak Wide dan diangkat sebagai anak Mpu Sedah.
Setelah menikah, Arya Wiraraja menjadi Adipati di kerajaan Kediri. Arya Wiraraja merupakan punggawa kerajaan Kediri yang kritis. Namun jabatannya itu harus berakhir ketika Kediri(Tumapel) dipimpin oleh Kertanegara. Arya Wiraraja diminta untuk memimpin kerajaan Madura yang beribukota di Sogenep atau Sumenep. Namun kemudian Arya Wiraraja menjadi raja di Lamajang setelah anaknya Ranggalawe tewas dibunuh punggawa Majapahit yang dipimpin Adipati Nambi dikarenakan melawan Wilwatikta. Ketika itu beliau berhasil memimpin kerajaan Majapahit Timur(Lamajang) karena berhasil membantu raden Wijaya memberontak pada Jayakatwang raja Singosari. Sehingga raden Wijaya berjanji menyerahkan bagian timur kerajaan Singosari padanya. Pada situs Biting itulah kota raja Lamajang yang dibangun Arya Wiraraja yang dikelilingi gunung berapi yaitu Semeru, Bromo, Lamongan dan Argopuro. Dibangun diantara 3 sungai yaitu Bondoyudo, Winong, Ploso dan sungai buatan serta ada banyak rawa untuk menuju situs Biting. Bukan hanya luas daerah, kebesaran Lamajang dikenal karena basis pemerintahan tokoh yang disegani termasuk Arya Wiraraja.
Arya Wiraraja meninggal pada tahun 1316 Masehi usia 87 tahun. Patih Nambi yang merupakan putra Arya Wiraraja pulang ke Lamajang untuk mengadakan upacara dukacita ayahnya dan diserang Majapahit secara mendadak ole Jayanegara(raja setelh Raden Wijaya) atas hasutan Mahapatih. Akhirnya Lamajang mengalami kekalahan. Tujuh menteri utama Majapahit yang merupakan teman sepruangan Raden Wijaya turut embela Patih Nambipun ikut gugur. Perang Lamajang tahun 1316 ini juga mempengaruhi peperangan lain di wilayah lain bekas kerajaan ini.
Sekitar tahun 1620 Lamajang yang merupakanpusat pertahanan terakhir kerajaan hindu di Jawa Timur  yang jaya dan menyebarkan ideologi keyakinan akhirnya dihancurkan oleh Sultan Agung dan ibukota di daerah Biting dibakar.
Pada masa pemerintahan kolonial, Belanda sudah tahu akan kebesaran sejarah Lamajang sehingga tidak mau membuka daerah yang memiliki pengaruh dalam kebesaran Nusantara. Lamajang berada dibawah kekuasaan Afdelling Probolingga. Pada tahun 1929 Lamajang diresmikan nama baru menjadi Kabupten Lumajang dan KRT Kertaoadirejo sebagai regent pertama sehingga segala hal tentang pemerintahan diserahkan pada bupati KRT Kertoadirejo. Hingga pada masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan tahun 1942-1949, Lumajang dijadikan sebagai basis perjuangan TNI dengan dukungan rakyat.
Lumajang memiliki peradaban yang cukup besar pada jamannya, banyaknya bukti sejarah yang ditemukan berpengaruh pada pembentukan dan perkembangan Lumajang pada saat ini. Dalam prasasti Mula Malurung anak dari Raja Sminingrat(Wisnu Wardhana) diangkat menjadi Adipati di Lumajang pada tahun 1255 Masehi hal ini kemudian dijdikn dasar penetapan Hari Jadi Lumajang atau disebut juga HARJALU.
sumber pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/kabupaten-lumajang
content://com.sec.android.app.sbrowser/readinglist/0826113953.mhtml
content://com.sec.android.app.sbrowser/readinglist/0826114106.mhtml
content://com.sec.android.app.sbrowser/readinglist/0826114418.mhtml
               
HUSNUL KHOTIMAH (12)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar